1. Kesempurnaan
Manusia yang Semula
Dijadikan dalam Kesempurnaan dan Keindahan.
Manusia adalah
hasil ciptaan tangan Allah yang sempurna dalam susunannya dan indah dalam
bentuknya. -Christian Temperance and Bible Hygiene, hlm. 7.
Manusia adalah
hasil ciptaan Allah yang paling mulia, dijadikan menurut peta-Nya, dan
direncanakan untuk menjadi setara dengan Allah. -Review and Herald,18
Juni, 1895.
Adam adalah satu
makhluk ciptaan yang agung, dengan pikiran yang penuh kuasa, yang mempunyai
kemauan yang selaras dengan kehendak Allah, serta kasih cinta yang dipusatkan
ke surga. Dia memiliki tubuh yang tidak
mewarisi penyakit dan suatu jiwa yang membawa lukisan Keilahian. -The Youth's
Instruktor, 5 Maret 1903.
Dia berdiri di
hadapan Allah dengan kekuatan seorang laki-laki yang sempurna. Seluruh organ tubuh dan pembawaannya
berkembang bersama-sama dan seimbang. -Redemption:or the Temptation of
Christ, hlm. 30.
Janji Allah untuk Mempertahankan Keadaan Tubuh yang Sehat.
Pencipta manusia
telah mengatur mesin tubuh kita yang hidup.
Setiap fungsi telah dibuat secara ajaib dan dengan bijaksana. Tuhan sendiri berjanji untuk memelihara mesin
manusia ini dalam keadaan yang sehat jikalau manusia mau menurut akan hukum-Nya
dan kerja sama dengan Allah. -Counsels on Diet Foods, hlm. 17.
Kewajiban untuk
Memperhatikan Hukum Alam.
Suatu pengalaman
yang sehat menuntut pertumbuhan, dan pertumbuhan menuntut perhatian yang teliti
terhadap kuhum alam, agar organ tubuh itu tetap terpelihara dalam keadaan yang
sehat dan tidak terganggu dalam pekerjaan. -Manuscript 47, 1896.
2. Asal Mula Kebiasaan tidak Bertarak.
Setan telah
mengumpulkan para malaikat yang telah jatuh untuk merencanakan beberapa cara
untuk melakukan hal yang paling jahat bagi manusia. Usul demi usul telah dikemukakan hingga
akhirnya Setan sediri menyodorkan satu rencana.
Dia akan mengambil buah anggur itu juga gandum dan bahan-bahan lain yang
telah diberikan oleh Tuhan sebagai makanan, akan diubahnya menjadi racun, yang
akan merusak tubuh, mental dan kuasa moril manusia dan dengan saraf yang
demikian rupa sehingga Setan dapat mengendalikan manusia itu sepenuhnya. Oleh pengaruh minuman keras, manusia akan
dikendalikan untuk melakukan segala macam kejahatan. Melalui selera makan yang diselewengkan itu
dunia ini akan menjadi rusak. Dengan
memimpin manusia meminum minuman keras, Setan akan membuat manusia itu makin
lama semakin rendah derajatnya.
Setan telah berhasil
dalam membalikkan manusia dari pada Allah.
Berkat-berkat yang disediakan dan cinta serta anugerah Allah telah
berubah menjadi kutuk yang sangat mematikan.
Dia telah mengisi manusia itu dengan suatu kecanduan akan minuman keras
dan tembakau. Hawa nafsu makan ini, yang
tidak mempunyai alasan dalam alam, telah membinasakan berjuta-juta manusia. -Review
and Herald, 16 April 1901.
Rahasia Strategi
Musuh.
Tidak bertarak
dalam bentuk apa saja, mematikan organ pengamat dan sangat melemahkan kuasa
saraf otak sehingga masalah surga tidak dihargai lagi dan ditempatkan sederajat
dengan hal-hal yang biasa. Daya pikir
yang lebih tinggi dan yang direncanakan untuk tujuan yang luhur, dibiarkan
diperbudak oleh hawa nafsu yang lebih rendah.
Jikalau kebiasaan tubuh kita tidak benar, maka kuasa mental dan moral
kita pun tidak bisa menjadi kuat; karena ada hubungan yang besar di antara
tubuh dan moral. -Testimonies, Jilid 3, hlm. 50, 51.
Syaraf otak yang
menghubungkan seluruh sistim adalah satu-satunya pengantara, dan dengan itu
Surga dapat berhubungan dengan manusia dan mempengaruhi seluruh hidupnya. Apa saja yang mengganggu peredaran aliran
listrik dalam sistim syaraf mengurangi kekuatan kuasa hidup dan sebagai
akibatnya mematikan daya berpikir. -Testimonies, Jilid 2, hlm. 347.
Setan senantiasa waspada untuk membawa bangsa manusia
berada sepenuhnya di bawah pengendaliannya.
Pegangannya yang paling kuat pada manusia ialah melalui nafsu makan, dan
berusaha merangsangnya dengan segala cara yang mungkin. -Counsels on Diet and
Foods, hlm. 150.
Muslihat Setan
untuk Menggagalkan Rencana Keselamatan.
Setan telah berperang melawan pemerintahan Allah,
sejak mula pertama ia memberontak.
Suksesnya dalam menggoda Adam dan Hawa di Taman Eden, dan memasukkan
dosa ke dalam Dunia telah memberanikan musuh ini; dan dengan bangga ia menyombongkan
diri di hadapan para malaikat surga mengatakan bahwa apabila Kristus datang
dengan wujud manusia, Ia akan lebih lemah daripada dirinya, dan ia dapat
mengalahkan-Nya dengan kuasa-Nya.
Setan membanggakan bahwa Adam dan Hawa di Eden tak
dapat menolak hasutannya waktu ia memberikan rangsangan atas nafsu makan
mereka. Penduduk dunia pada zaman dulupun telah dikalahkannya dengan cara yang
sama, melalui pemanjaan keinginan nafsu makan yang merusak. Dengan memanjakan nafsu makan, ia telah
meruntuhkan bangsa Israel. Ia membanggakan bahwa Anak Allah sendiri,
yang juga dengan Musa dan Yusak, tak dapat merintangi kuasanya, yang telah
membawa umat pilihan Tuhan ke Kanaan; karena hampir semua yang telah
meninggalkan Mesir itu telah mati di padang belantara; juga ia telah menggoda
Musa yang lemah lembut itu untuk mengambil kemuliaan yang hanya menjadi milik
Allah. Daud dan Salomo, yang sangat
dikasihi oleh Tuhan, telah dibujuknya, melalui pemanjaan hawa nafsu, untuk
membangkitkan amarah Allah. Ia bangga
karena ia berhasil mengerdilkan maksud Allah dalam keselamatan manusia melalui
Yesus Kristus. -Redemption; or the Temtation of Chist, hlm. 32.
Penggodaannya Yang Paling Efektif dalam Zaman
Ini.
Setan datang kepada manusia sebagaimana ia telah
datang kepada Kristus, dengan godaannya yang penuh kuasa itu untuk memanjakan
nafsu makan. Ia sangat mengetahui akan
kuasanya untuk mengalahkan manusia dalam hal ini. Ia telah mengalahkan Adam dan Hawa di Eden
dari segi nafsu makan dan mereka telah kehilangan tempat mereka yang
indah. Betapa banyak malapetaka dan
kejahatan yang telah memenuhi dunia kita ini sebagai akibat kejatuhan
Adam. Seluruh kota telah dimusnahkan
dari permukaan bumi oleh karena kejahatan, kemerosotan akhlak dan
pemberontakan. Pemanjaan nafsu makan adalah
menjadi dasar dari segala dosa mereka.
Melalui nafsu makan, Setan telah mengendalikan pikiran
dan tubuh. Beribu-ribu yang seharusnya
hidup, telah masuk ke dalam liang kubur sebelum masanya menemui kehancuran
jasmani, mental dan moral. Mereka
memiliki daya yang baik, tetapi mereka telah mengorbankan segalanya untuk
memanjakan nafsu makan, yang telah menuntun mereka untuk meletakkan nasib
mereka pada hawa nafsu. -Testimonies, Jilid 3, hlm. 561, 562.
Setan Menang Dengan
Pekerjaan Membinasakan. Setan bangga
melihat manusia menjerumuskan diri mereka lebih dalam pada penderitaan dan
malapetaka. Ia mengetahui bahwa orang
yang mempunyai kebiasaan yang salah dan tubuh yang tidak sehat, tak dapat
melayani Allah dengan sungguh-sungguh, tabah dan suci sebagaimana bila ia
sehat. Tubuh yang sakit mempengaruhi otak. Dengan pikiran kita melayani Allah. Kepala
adalah pusat tubuh....Setan telah menang dalam pekerjaannya yang merusak itu
dengan jalan memimpin manusia pada pemanjaan kebiasaan-kebiasaan yang merusak
diri mereka sendiri dan sesamanya manusia; karena dengan jalan ini ia merampok
dari Allah pelayanan yang harus diberikan kepada-Nya. -Spiritual Gifts, Jilid
4, hlm. 146.
3. Kerugian Melalui Nafsu Makan Yang Dimanjakan.
Makanan yang
Kita Makan dan Kehidupan yang Kita Hidupkan.
Pemanjaan nafsu
makan adalah merupakan sebab yang terbesar kemerosotan tubuh dan mental, dan
menjadi dasar kelemahan yang nyata dimana-mana. -Testimonies, Jilid 3, hlm.
487.
Kesehatan tubuh
kita dipertahankan melalui apa yang kita makan; jika nafsu makan kita tidak
berada di bawah pengendalian suatu pikiran yang suci, dan kita tidak bertarak
dalam segala sesuatu yang kita makan dan minum, maka kita tidak akan berada
dalam satu keadaan mental dan tubuh yang sehat untuk mempelajari firman Tuhan,
untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh Kitab Suci. Apa yang saya perbuat untuk mewarisi hidup
kekal? Kebiasaan yang tidak sehat apa
saja akan menghasilkan keadaan yang tidak sehat dalam pencernaan dan selera,
perut akan terganggu dan tidak akan sanggup melakukan tugas dengan baik. Makanan mempunyai peranan yang besar dalam
jatuhnya seseorang dalam pencobaan dan dosa. -Counsels on Diet and Foods, hlm.
52.
Adam dan Hawa
Gagal dalam Hal Ini.
Melalui
pencobaan pemanjaan nafsu makan, Adam dan Hawa mula-mula jatuh dari kedudukan
mereka yang tinggi, suci dan berbahagia itu.
Dan melalui pencobaan yang sama pula bangsa manusia menjadi lemah. Mereka telah membiarkan nafsu makan dan hawa
nafsu itu menguasai hidup mereka dan memperhamba akal dan pikiran. -Testimonies,
Jilid 3, hlm. 139.
Anak-anak telah
Mengikuti Jejak.
Hawa tidak
bertarak dalam keinginannya ketika ia mengulurkan tangannya memetik buah
larangan. Pemanjaan diri telah besemayam
penuh di dalam hati pria dan wanita sejak kejatuhan itu. Teristimewa jikalau nafsu makan itu
dimanjakan dan bilamana mereka telah dikendalikan oleh nafsu itu, bukan oleh
pikiran. Karena untuk memuaskan selera
makan itu, Hawa telah melanggar perintah Allah.
Ia telah memberikan kepadanya segala sesuatu keperluannya, namun
demikian ia belum juga merasa puas.
Dari sejak itu,
anak-anaknya, pria dan wanita, telah mengikuti keinginan mata dan selera makan
sebagaimana Hawa, mereka tidak lagi mengindahkan larangan yang diberikan oleh
Allah dan telah mengikuti satu jalan pelanggaran, dan seperti Hawa mereka
mengatakan pada diri mereka bahwa akibatnya tidaklah sehebat sebagaimana yang
dikatakan. -How to Live, hlm. 51.
Doa dibuat
Menarik.
Dosa dibuat
Setan begitu menarik, dengan bentuk yang menggiurkan, dan dia sangat senang apabila
dapat memegang dunia Kristen ini di dalam kebiasaan mereka setiap hari di bawah
kekuasaan adat istiadat, seperti orang kafir, dan mengizinkan diri mereka dikendalikan
oleh nafsu makan. -Signs of the Times, 13 Aug. 1874.
Setan Berusaha
Mengendalikan Kemauan.
Setan mengetahui
bahwa ia tak dapat mengalahkan seseorang kecuali ia dapat mengendalikan
kemauannya. Ia dapat melakukan hal ini
dengan menipu manusia agar mereka akan kerja sama dengannya dalam melanggar
hukum-hukum alam, dalam hal makan dan minum, yang berarti pelanggaran akan
hukum Allah. -Manuscript 3, 1897.
Setiap Fungsi
Dilemahkan.
Banyak orang
mengeluh menemui kesulitan karena akibat kebiasaan yang salah dalam hal makan
dan minum, yang membahayakan hukum kehidupan dan kesehatan. Mereka melemahkan alat pencernaan mereka
dengan memanjakan nafsu makan. Kuasa
manusia yang terdapat dalam tubuhnya untuk menolak penggodaan adalah sangat
luar biasa; tetapi kebiasaan salah yang terus-menerus dalam makan dan minum
yang berlebihan akan melemahkan setiap fungsi tubuh. Dengan memanjakan fafsu makan yang salah, maka orang yang mengaku
dirinya orang Kristen pun akan menjadi lumpuh dalam pekerjaannya dan mengurangi
kuasa tubuh, mental dan moral. -The Sanctified Life, hlm. 20
Kegagalan untuk
Menyempurnakan Tabiat.
Kuasa nafsu
makan yang mengendalikan itu akan mengakibatkan kebinasaan beribu-ribu manusia,
tetapi jika mereka telah mengalahkan hal ini, mereka telah mendapat kuasa moral
untuk mendapat kemenangan atas setiap pencobaan Setan. Tetapi bila diperbudak nafsu makan, berarti
akan menggagalkan penyempurnaan tabiat seorang Kristen. Pelanggaran manusia yang terus-menerus selama
enam ribu tahun telah membawa penyakit, kesakitan, dan kematian hasilnya. -Health
Reformer, Agustus 1875.
Lebih Baik Mati
daripada Mengadakan Pembaruan.
Manusia begitu
mengabdi ke sifat tidak bertarak itu sehingga mereka tidak mau mengubah
kebiasaan pemanjaan diri atas nafsu makan.
Mereka lebih baik
mengorbankan kesehatan dan mati sebelum waktunya, daripada bertarak untuk
mengekang nafsu makan itu. -Spiritual Gifts, Jilid 4, hlm. 130.
Suatu Lingkaran
Kemerosotan yang Jahat.
Makin rendah
penilaian yang diberikan seseorang pada dirinya makin berkuranglah keinginannya
untuk menjaga dirinya suci, dan makin brutal mereka dalam pemanjaan nafsu makan
yang salah itu. -Manuscript 150, 1898.
Dunia
Ditawan.
Setan sedang
menawan dunia melalui penggunaan minuman keras, tembakau, teh dan kopi. Pikiran yang diberikan oleh Allah harus
dijaga tetap bersih telah dicemarkan dengan penggunaan narkotik. Otak tidak sanggup lagi mengadakan perbedaan
secara benar. Musuh telah
mengendalikannya. Manusia telah menjual
akalnya untuk memperoleh apa yang membuat dia gila. Dia tidak dapat lagi membedakan mana yang
benar. -Evangelism, hlm. 529.
Akibat Hukum
Alam Dilanggar.
Banyak orang
heran bahwa bangsa manusia sudah begitu merosot secara fisik, mental dan
moral. Mereka tidak mengerti bahwa
karena pelanggaran undang-undang dan hukum Allah, dan pelanggaran hukum
kesehatan yang telah menghasilkan kemerosotan yang menyedihkan ini. Pelanggaran hukum-hukum Allah telah
menyebabkan tangan-Nya yang penuh berkat itu dialihkan. Sifat tidak bertarak
dalam hal makan dan minum serta pemujaan hawa nafsu yang rendah telah
melumpuhkan indra yang sehat.... Mereka yang membiarkan diri mereka diperbudak
oleh nafsu makan yang rakus sering maju lebih jauh, dan merendahkan diri mereka
dengan memanjakan hawa nafsu mereka yang merusak itu, yang telah dirangsang
oleh sifat tidak bertarak dalam hal makan dan minum. Mereka memberi kelonggaran atas hawa nafsu
mereka yang memerosotkan itu sehingga kesehatan dan intelek sangat
menderita. Tenaga berpikir dibinasakan
oleh kebiasaan yang jahat. -Spritual Gifts, Jilid 4, hlm. 124-131.
Janganlah seorang pun yang mengaku dirinya orang
Kristen menganggap remeh akan kesehatan tubuh itu, dan menipu diri mereka
dengan mengatakan bahwa sifat tidak bertarak itu bukanlah dosa, dan tidak akan
mempengaruhi kerohanian mereka. Terdapat suatu hubungan yang erat di antara
keadaan fisik dan moral. Derajat sifat
yang baik itu ditinggikan dan direndahkan oleh kebiasaan tubuh.... Kebiasaan apa saja yang tidak
mengangkat tindakan sehat di dalam hidup manusia, memerosotkan kesanggupan yang
lebih tinggi dan lebih agung.
Kebiasaan yang salah dalam soal makan dan minum membawa pikiran dan
tindakan yang salah. Pemanjaan nafsu
makan menguatkan nafsu hewan, melemahkan kuasa pikiran dan rohani. -Revew and
Herald, 25 Januari 1881.
Catatan Hidup
Ditutup dalam Pemborosan.
Banyak orang
menutup masa hidup yang sangat berharga itu dengan kesenangan, pesta dan
hiburan, dimana pikiran-pikiran serius tidak diizinkan masuk, di mana Roh Yesus
tidak akan disambut! Waktu mereka yang
indah itu dilewatkan dengan pikiran mereka dicemarkan oleh tembakau dan minuman
keras. Tidak sedikit orang yang berjalan
melalui guha kekejian menuju kematian; mereka menutup catatan hidup mereka di
tengah-tengah pemborosan dan kejahatan.
Apakah yang akan terjadi nanti pada waktu kebangkitan para orang jahat!
Mata Tuhan awas
terhadap setiap hiburan yang bejat dan pemborosan yang najis. Kata dan perbuatan para pencinta kepelisiran
langsung melalui jalur kejahatan menuju kepada buku catatan terakhir. Apakah nilai hidup golongan ini pada dunia,
kecuali sebagai satu lampu amaran pada mereka yang akan diamarkan, untuk jangan
hidup seperti orang ini dan mati seperti orang bodoh. -Signs of the Times, 6
Jan. 1876.
Orang Kristen
mengendalikan Nafsu Makannya.
Tidak ada
seorang Kristen akan memasukkan ke dalam tubuhnya makanan dan minuman yang akan
mengaburkan indranya atau yang begitu mempengaruhi sistim saraf yang
menyebabkan dia merendahkan derajatnya sendiri atau menjadikan seorang yang
tidak berguna. Bait Suci Tuhan
dinajiskan. Kesanggupan pikiran dan
tubuh haruslah dipelihara kesehatannya, supaya dapat digunakan untuk memuliakan
Allah. -Manuscript 126, 1903.
Dengan
Kewaspadaan yang Terus-menerus.
Nafsu makan
manusia yang biasa telah diubah melalui pemanjaan. Dengan memuaskan keinginan yang tidak suci,
nafsu makan itu telah menjadi "nasu daging, yang berperang melawan
jiwa." Kecuali orang Kristen
berjaga dan berdoa, ia akan menjadi budak kebiasaan yang seharusnya
dikalahkan. Kecuali ia merasa perlunya
berjaga-jaga, kewaspadaan yang terus-menerus, kecenderungannya, yang telah
melampaui batas dan salah dipimpin, akan menjadi alat untuk meninggalkan Tuhan.
-Manuscript 47, 1896.
Nafsu Makan yang
Dimanjakan Bertentangan dengan Kesempurnaan Orang Kristen.
Adalah mustahil
bagi mereka yang memanjakan nafsu makan untuk mencapai kesempurnaan orang
Kristen. -Testimonies, Jilid 2, hlm. 400.
Roh Allah tidak
akan menolong kita untuk menyempurnakan tabiat orang Kristen. Di saat kita sedang memanjakan nafsu makan
kita untuk merusak kesehatan dan di saat kesombongan hidup mengendalikan hidup
kita. -Health Reformer, September 1871.
Penyucian yang
Benar.
Penyucian itu
bukanlah hanya suatu teori, suatu emosi atau suatu bentuk kata-kata, tetapi
suatu prinsip yang hidup dan aktif, masuk ke dalam kehidupan setiap hari. Penyucian menuntut agar kebiasaan kita dalam
makan dan minum serta berpakaian sedemikian rupa untuk memperoleh pemeliharaan
akan kesehatan tubuh, mental dan moral, agar kita boleh memberikan tubuh kita
kepada Tuhan - bukanlah sebagai suatu persembahan yang telah dirusakkan oleh
kebiasaan yang salah, tetapi "suatu korban yang hidup, suci, berkenan
kepada Allah." -Review and Herald, 25 January 1881.
Layak untuk
Kebakaan.
Jikalau manusia
memelihara terang yang telah diberikan Allah dalam anugerah kepadanya mengenai
pembaruan kesehatan, ia dapat disucikan oleh kebenaran dan layak untuk hidup
baka. Tetapi jika dia tidak mengindahkan
terang itu dan hidupnya melanggar hukum alam ia akan mendapat hukuman. -Testimonies,
Jilid 3, hlm. 162.
4. Penting Kemenangan Kristus atas Nafsu Makan.
Kemenangan
Kristus yang Pertama.
Kristus
mengetahui bahwa untuk sukses dalam rencana keselamatan, Dia harus memulai
pekerjaan penebusan manusia itu tepat di mana kebiasaan itu mulai. Adam telah jatuh dalam persoalan nafsu
makan. Ujiannya yang pertama adalah pada
masalah yang sama di mana Adam telah gagal. Melalui penggodaan yang disebut nafsu makan,
Setan telah mengalahkan sebagian besar bangsa manusia dan suksesnya telah
membuat dia merasa bahwa pengendalian planet yang jatuh ini berada dalam
tangannya. Tetapi ia mendapati bahwa
Kristus yang sanggup menolak dia, dan ia meninggalkan medan pertempuran sebagai
musuh yang kalah. -Chirstian Temperence and Bible Hygiene, hlm. 16.
Sebab
Sengsara-Nya.
Banyak orang
yang mengaku beribadat tidak mengerti sebab-musabab mengapa Kristus menggunakan
waktu yang begitu panjang dalam berpuasa dan menderita di padang
belantara. Penderitaan-Nya bukannya karena perasaan lapar tetapi
karena perasaan terhadap akibat hebat pemanjaan nafsu makan bangsa manusia. Ia mengetahui bahwa nafsu makan itu akan menjadi ilah manusia dan akan
membuat manusia lupa akan Tuhan, dan akan mengikuti jalan mereka
sendiri. -Redemtion; or the Temtetion of Christ, hlm. 50.
Kemenangan demi
Bangsa Manusia.
Setan telah
gagal dalam tekadnya untuk mengalahkan Kristus dalam hal nafsu makan. Dan di padang belantara ini, Kristus mendapat
suatu kemenangan demi kepentingan umat manusia dalam hal nafsu makan,
memungkinkan bagi manusia di masa mendatang dengan Nama-Nya dapat mengalahkan
nafsu makan untuk kepentingan sendiri. -Redemtion: or the Temptation of Christ,
hlm. 46.
Kita, Juga boleh
Mengalahkan.
Satu-satunya
harapan kita untuk mendapat kembali Eden ialah dengan pengendalian diri yang
tegas. Jikalau kuasa nafsu makan yang
dimanjakan itu sangat kuat terhadap umat manusia, untuk memutuskan pegangannya,
Anak Allah, demi kepentingan umat manusia, harus menderita dengan puasa hampir
6 minggu lamanya, betapa besar pergumulan itu, ia dapat mengalahkannya. Dengan pertolongan kuasa Ilahi, yang telah
menghadapi pencobaan yang paling kejam yang dapat diciptakan Setan, umat
manusia juga pasti menang dalam peperangannya melawan Setan, dan akhirnya akan
memakai mahkota kemenangan di dalam kerajaan Allah. -Counsels on Diet and
Foods, hlm. 167.
Kemenangan
melalui Penurutan dan Usaha yang Terus-menerus.
Mereka yang mau
menang seperti Kristus telah menang, perlu senantiasa menjaga diri mereka
terhadap pencobaan Setan. Selera makan
dan hawa nafsu harus dibatasi dan berada di bawah pengendalian angan-angan hati
yang bersih agar intelek itu tidak akan menjadi lemah, kuasa pengamatan itu
jelas, agar pekerjaan Setan dan jeratnya tidak akan ditafsirkan sebagai
pemeliharaan Tuhan. Banyak orang
menginginkan pahala terakhir dan kemenangan diri, seperti Penebus mereka. Karena hanya dengan penurutan dan usaha yang
tetap kita akan menang, seperti Kristus telah menang.
Nafsu makan yang
mengendalikan itu akan membawa kebinasaan bagi beribu-ribu umat manusia, tetapi
jika mereka telah mengalahkan hal ini mereka akan mendapat kuasa moral untuk
memperoleh kemenangan terhadap setiap pencobaan lain dari Setan. Tetapi mereka yang menjadi hamba nafsu makan akan gagal dalam
menyempurnakan tabiat seorang Kristen.
Pelanggaran umat manusia yang terus-menerus selama enam ribu tahun
membawa hasil penyakit, kesakitan dan kematian.
Dan disaat kita
mendekati masa kesudahan, pencobaan Setan untuk memanjakan nafsu makan akan
menjadi lebih berkuasa dan lebih sulit untuk dikalahkan. -Tetimonies, Jilid 3,
hlm. 491-492.
Menurut Kuasa
Kemenangan Kristus.
Kristus mendapat
kuasa dari Bapa-Nya untuk memberikan anugerah dan kekuatan Ilahi-Nya kepada
umat manusia- memungkinkan Dia melalui nama-Nya, untuk menang. Hanya sedikitlah orang yang mengaku dirinya
pengikut Kristus yang memilih untuk menggabungkan diri dengan Dia di dalam
usaha untuk menolak pencobaan Setan, sebagaimana Ia telah lakukan dan
menang....
Secara pribadi
semua orang mudah jatuh dalam pencobaan yang telah pernah dikalahkan Kristus,
tetapi kekuatan disediakan bagi mereka di dalam Nama Pemenang Besar yang sangat
berkuasa itu. Dan semua orang harus
menang secara pribadi untuk diri mereka sendiri. -Signs of the Times, 13
Agustus 1874.
Apa yang akan
Kita Perbuat.
Apakah kita
tidak akan datang lebih dekat kepada Tuhan agar Ia dapat menyelamatkan kita
dari segala sifat tidak bertarak dalam hal makan dan minum, dari segala hawa
nafsu yang keji dan segala kejahatan?
Apakah kita tidak akan merendahkan diri kita di hadapan Allah dengan
mengesampingkan segala sesuatu yang merusak tubuh dan jiwa agar di dalam takut
akan Dia kita dapat menyempurnakan kesucian tabiat? -Testimonies, Jilid 7, hlm.
258.
Terima kasih utk postingannya. Yg belum punya bukunya bisa baca utk menyelesaikan tuntunan Pathfinder deh. Ada rencana melanjutkan posting bab-bab selanjutnya? Tinggal 5 bab lagi.
BalasHapus