Sabtu, 26 Januari 2013

BAB I - FALSAFAH TIDAK BERTARAK



1. Kesempurnaan Manusia yang Semula
 
Dijadikan dalam Kesempurnaan dan Keindahan.
Manusia adalah hasil ciptaan tangan Allah yang sempurna dalam susunannya dan indah dalam bentuknya. -Christian Temperance and Bible Hygiene, hlm. 7.

Manusia adalah hasil ciptaan Allah yang paling mulia, dijadikan menurut peta-Nya, dan direncanakan untuk menjadi setara dengan Allah. -Review and Herald,18 Juni, 1895.

Adam adalah satu makhluk ciptaan yang agung, dengan pikiran yang penuh kuasa, yang mempunyai kemauan yang selaras dengan kehendak Allah, serta kasih cinta yang dipusatkan ke surga.  Dia memiliki tubuh yang tidak mewarisi penyakit dan suatu jiwa yang membawa lukisan Keilahian. -The Youth's Instruktor, 5 Maret 1903.

Dia berdiri di hadapan Allah dengan kekuatan seorang laki-laki yang sempurna.  Seluruh organ tubuh dan pembawaannya berkembang bersama-sama dan seimbang. -Redemption:or the Temptation of Christ, hlm. 30.
           
Janji Allah untuk Mempertahankan Keadaan Tubuh yang Sehat. 
Pencipta manusia telah mengatur mesin tubuh kita yang hidup.  Setiap fungsi telah dibuat secara ajaib dan dengan bijaksana.  Tuhan sendiri berjanji untuk memelihara mesin manusia ini dalam keadaan yang sehat jikalau manusia mau menurut akan hukum-Nya dan kerja sama dengan Allah. -Counsels on Diet Foods, hlm. 17.

Kewajiban untuk Memperhatikan Hukum Alam. 
Suatu pengalaman yang sehat menuntut pertumbuhan, dan pertumbuhan menuntut perhatian yang teliti terhadap kuhum alam, agar organ tubuh itu tetap terpelihara dalam keadaan yang sehat dan tidak terganggu dalam pekerjaan. -Manuscript 47, 1896.

2. Asal Mula Kebiasaan tidak Bertarak.

Setan telah mengumpulkan para malaikat yang telah jatuh untuk merencanakan beberapa cara untuk melakukan hal yang paling jahat bagi manusia.  Usul demi usul telah dikemukakan hingga akhirnya Setan sediri menyodorkan satu rencana.  Dia akan mengambil buah anggur itu juga gandum dan bahan-bahan lain yang telah diberikan oleh Tuhan sebagai makanan, akan diubahnya menjadi racun, yang akan merusak tubuh, mental dan kuasa moril manusia dan dengan saraf yang demikian rupa sehingga Setan dapat mengendalikan manusia itu sepenuhnya.  Oleh pengaruh minuman keras, manusia akan dikendalikan untuk melakukan segala macam kejahatan.  Melalui selera makan yang diselewengkan itu dunia ini akan menjadi rusak.  Dengan memimpin manusia meminum minuman keras, Setan akan membuat manusia itu makin lama semakin rendah derajatnya.

Setan telah berhasil dalam membalikkan manusia dari pada Allah.  Berkat-berkat yang disediakan dan cinta serta anugerah Allah telah berubah menjadi kutuk yang sangat mematikan.  Dia telah mengisi manusia itu dengan suatu kecanduan akan minuman keras dan tembakau.  Hawa nafsu makan ini, yang tidak mempunyai alasan dalam alam, telah membinasakan berjuta-juta manusia. -Review and Herald, 16 April 1901.

Rahasia Strategi Musuh. 
Tidak bertarak dalam bentuk apa saja, mematikan organ pengamat dan sangat melemahkan kuasa saraf otak sehingga masalah surga tidak dihargai lagi dan ditempatkan sederajat dengan hal-hal yang biasa.  Daya pikir yang lebih tinggi dan yang direncanakan untuk tujuan yang luhur, dibiarkan diperbudak oleh hawa nafsu yang lebih rendah.  Jikalau kebiasaan tubuh kita tidak benar, maka kuasa mental dan moral kita pun tidak bisa menjadi kuat; karena ada hubungan yang besar di antara tubuh dan moral. -Testimonies, Jilid 3, hlm. 50, 51.

Syaraf otak yang menghubungkan seluruh sistim adalah satu-satunya pengantara, dan dengan itu Surga dapat berhubungan dengan manusia dan mempengaruhi seluruh hidupnya.  Apa saja yang mengganggu peredaran aliran listrik dalam sistim syaraf mengurangi kekuatan kuasa hidup dan sebagai akibatnya mematikan daya berpikir. -Testimonies, Jilid 2, hlm. 347.

Setan senantiasa waspada untuk membawa bangsa manusia berada sepenuhnya di bawah pengendaliannya.  Pegangannya yang paling kuat pada manusia ialah melalui nafsu makan, dan berusaha merangsangnya dengan segala cara yang mungkin. -Counsels on Diet and Foods, hlm. 150.

Muslihat Setan untuk Menggagalkan Rencana Keselamatan. 
Setan telah berperang melawan pemerintahan Allah, sejak mula pertama ia memberontak.  Suksesnya dalam menggoda Adam dan Hawa di Taman Eden, dan memasukkan dosa ke dalam Dunia telah memberanikan musuh ini; dan dengan bangga ia menyombongkan diri di hadapan para malaikat surga mengatakan bahwa apabila Kristus datang dengan wujud manusia, Ia akan lebih lemah daripada dirinya, dan ia dapat mengalahkan-Nya dengan kuasa-Nya.

Setan membanggakan bahwa Adam dan Hawa di Eden tak dapat menolak hasutannya waktu ia memberikan rangsangan atas nafsu makan mereka. Penduduk dunia pada zaman dulupun telah dikalahkannya dengan cara yang sama, melalui pemanjaan keinginan nafsu makan yang merusak.  Dengan memanjakan nafsu makan, ia telah meruntuhkan bangsa Israel.  Ia membanggakan bahwa Anak Allah sendiri, yang juga dengan Musa dan Yusak, tak dapat merintangi kuasanya, yang telah membawa umat pilihan Tuhan ke Kanaan; karena hampir semua yang telah meninggalkan Mesir itu telah mati di padang belantara; juga ia telah menggoda Musa yang lemah lembut itu untuk mengambil kemuliaan yang hanya menjadi milik Allah.  Daud dan Salomo, yang sangat dikasihi oleh Tuhan, telah dibujuknya, melalui pemanjaan hawa nafsu, untuk membangkitkan amarah Allah.  Ia bangga karena ia berhasil mengerdilkan maksud Allah dalam keselamatan manusia melalui Yesus Kristus. -Redemption; or the Temtation of Chist, hlm. 32.

Penggodaannya Yang Paling Efektif dalam Zaman Ini. 
Setan datang kepada manusia sebagaimana ia telah datang kepada Kristus, dengan godaannya yang penuh kuasa itu untuk memanjakan nafsu makan.  Ia sangat mengetahui akan kuasanya untuk mengalahkan manusia dalam hal ini.  Ia telah mengalahkan Adam dan Hawa di Eden dari segi nafsu makan dan mereka telah kehilangan tempat mereka yang indah.  Betapa banyak malapetaka dan kejahatan yang telah memenuhi dunia kita ini sebagai akibat kejatuhan Adam.  Seluruh kota telah dimusnahkan dari permukaan bumi oleh karena kejahatan, kemerosotan akhlak dan pemberontakan.  Pemanjaan nafsu makan adalah menjadi dasar dari segala dosa mereka.

Melalui nafsu makan, Setan telah mengendalikan pikiran dan tubuh.  Beribu-ribu yang seharusnya hidup, telah masuk ke dalam liang kubur sebelum masanya menemui kehancuran jasmani, mental dan moral.  Mereka memiliki daya yang baik, tetapi mereka telah mengorbankan segalanya untuk memanjakan nafsu makan, yang telah menuntun mereka untuk meletakkan nasib mereka pada hawa nafsu. -Testimonies, Jilid 3, hlm. 561, 562.

Setan Menang Dengan Pekerjaan Membinasakan.  Setan bangga melihat manusia menjerumuskan diri mereka lebih dalam pada penderitaan dan malapetaka.  Ia mengetahui bahwa orang yang mempunyai kebiasaan yang salah dan tubuh yang tidak sehat, tak dapat melayani Allah dengan sungguh-sungguh, tabah dan suci sebagaimana bila ia sehat. Tubuh yang sakit mempengaruhi otak. Dengan pikiran kita melayani Allah. Kepala adalah pusat tubuh....Setan telah menang dalam pekerjaannya yang merusak itu dengan jalan memimpin manusia pada pemanjaan kebiasaan-kebiasaan yang merusak diri mereka sendiri dan sesamanya manusia; karena dengan jalan ini ia merampok dari Allah pelayanan yang harus diberikan kepada-Nya. -Spiritual Gifts, Jilid 4, hlm. 146.

3. Kerugian Melalui Nafsu Makan Yang Dimanjakan.

Makanan yang Kita Makan dan Kehidupan yang Kita Hidupkan. 
Pemanjaan nafsu makan adalah merupakan sebab yang terbesar kemerosotan tubuh dan mental, dan menjadi dasar kelemahan yang nyata dimana-mana. -Testimonies, Jilid 3, hlm. 487.

Kesehatan tubuh kita dipertahankan melalui apa yang kita makan; jika nafsu makan kita tidak berada di bawah pengendalian suatu pikiran yang suci, dan kita tidak bertarak dalam segala sesuatu yang kita makan dan minum, maka kita tidak akan berada dalam satu keadaan mental dan tubuh yang sehat untuk mempelajari firman Tuhan, untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.  Apa yang saya perbuat untuk mewarisi hidup kekal?  Kebiasaan yang tidak sehat apa saja akan menghasilkan keadaan yang tidak sehat dalam pencernaan dan selera, perut akan terganggu dan tidak akan sanggup melakukan tugas dengan baik.  Makanan mempunyai peranan yang besar dalam jatuhnya seseorang dalam pencobaan dan dosa. -Counsels on Diet and Foods, hlm. 52.

Adam dan Hawa Gagal dalam Hal Ini. 
Melalui pencobaan pemanjaan nafsu makan, Adam dan Hawa mula-mula jatuh dari kedudukan mereka yang tinggi, suci dan berbahagia itu.  Dan melalui pencobaan yang sama pula bangsa manusia menjadi lemah.  Mereka telah membiarkan nafsu makan dan hawa nafsu itu menguasai hidup mereka dan memperhamba akal dan pikiran. -Testimonies, Jilid 3, hlm. 139.

Anak-anak telah Mengikuti Jejak.
Hawa tidak bertarak dalam keinginannya ketika ia mengulurkan tangannya memetik buah larangan.  Pemanjaan diri telah besemayam penuh di dalam hati pria dan wanita sejak kejatuhan itu.  Teristimewa jikalau nafsu makan itu dimanjakan dan bilamana mereka telah dikendalikan oleh nafsu itu, bukan oleh pikiran.  Karena untuk memuaskan selera makan itu, Hawa telah melanggar perintah Allah.  Ia telah memberikan kepadanya segala sesuatu keperluannya, namun demikian ia belum juga merasa puas.

Dari sejak itu, anak-anaknya, pria dan wanita, telah mengikuti keinginan mata dan selera makan sebagaimana Hawa, mereka tidak lagi mengindahkan larangan yang diberikan oleh Allah dan telah mengikuti satu jalan pelanggaran, dan seperti Hawa mereka mengatakan pada diri mereka bahwa akibatnya tidaklah sehebat sebagaimana yang dikatakan. -How to Live, hlm. 51.

Doa dibuat Menarik. 
Dosa dibuat Setan begitu menarik, dengan bentuk yang menggiurkan, dan dia sangat senang apabila dapat memegang dunia Kristen ini di dalam kebiasaan mereka setiap hari di bawah kekuasaan adat istiadat, seperti orang kafir, dan mengizinkan diri mereka dikendalikan oleh nafsu makan. -Signs of the Times, 13 Aug. 1874.

Setan Berusaha Mengendalikan Kemauan. 
Setan mengetahui bahwa ia tak dapat mengalahkan seseorang kecuali ia dapat mengendalikan kemauannya.  Ia dapat melakukan hal ini dengan menipu manusia agar mereka akan kerja sama dengannya dalam melanggar hukum-hukum alam, dalam hal makan dan minum, yang berarti pelanggaran akan hukum Allah. -Manuscript 3, 1897.

Setiap Fungsi Dilemahkan. 
Banyak orang mengeluh menemui kesulitan karena akibat kebiasaan yang salah dalam hal makan dan minum, yang membahayakan hukum kehidupan dan kesehatan.  Mereka melemahkan alat pencernaan mereka dengan memanjakan nafsu makan.  Kuasa manusia yang terdapat dalam tubuhnya untuk menolak penggodaan adalah sangat luar biasa; tetapi kebiasaan salah yang terus-menerus dalam makan dan minum yang berlebihan akan melemahkan setiap fungsi tubuh.  Dengan memanjakan fafsu makan yang salah, maka orang yang mengaku dirinya orang Kristen pun akan menjadi lumpuh dalam pekerjaannya dan mengurangi kuasa tubuh, mental dan moral. -The Sanctified Life, hlm. 20

Kegagalan untuk Menyempurnakan Tabiat. 
Kuasa nafsu makan yang mengendalikan itu akan mengakibatkan kebinasaan beribu-ribu manusia, tetapi jika mereka telah mengalahkan hal ini, mereka telah mendapat kuasa moral untuk mendapat kemenangan atas setiap pencobaan Setan.  Tetapi bila diperbudak nafsu makan, berarti akan menggagalkan penyempurnaan tabiat seorang Kristen.  Pelanggaran manusia yang terus-menerus selama enam ribu tahun telah membawa penyakit, kesakitan, dan kematian hasilnya. -Health Reformer, Agustus 1875.

Lebih Baik Mati daripada Mengadakan Pembaruan. 
Manusia begitu mengabdi ke sifat tidak bertarak itu sehingga mereka tidak mau mengubah kebiasaan pemanjaan diri atas nafsu makan.  Mereka lebih baik mengorbankan kesehatan dan mati sebelum waktunya, daripada bertarak untuk mengekang nafsu makan itu. -Spiritual Gifts, Jilid 4, hlm. 130.

Suatu Lingkaran Kemerosotan yang Jahat. 
Makin rendah penilaian yang diberikan seseorang pada dirinya makin berkuranglah keinginannya untuk menjaga dirinya suci, dan makin brutal mereka dalam pemanjaan nafsu makan yang salah itu. -Manuscript 150, 1898.

Dunia Ditawan. 
Setan sedang menawan dunia melalui penggunaan minuman keras, tembakau, teh dan kopi.  Pikiran yang diberikan oleh Allah harus dijaga tetap bersih telah dicemarkan dengan penggunaan narkotik.  Otak tidak sanggup lagi mengadakan perbedaan secara benar.  Musuh telah mengendalikannya.  Manusia telah menjual akalnya untuk memperoleh apa yang membuat dia gila.  Dia tidak dapat lagi membedakan mana yang benar. -Evangelism, hlm. 529.

Akibat Hukum Alam Dilanggar. 
Banyak orang heran bahwa bangsa manusia sudah begitu merosot secara fisik, mental dan moral.  Mereka tidak mengerti bahwa karena pelanggaran undang-undang dan hukum Allah, dan pelanggaran hukum kesehatan yang telah menghasilkan kemerosotan yang menyedihkan ini.  Pelanggaran hukum-hukum Allah telah menyebabkan tangan-Nya yang penuh berkat itu dialihkan. Sifat tidak bertarak dalam hal makan dan minum serta pemujaan hawa nafsu yang rendah telah melumpuhkan indra yang sehat.... Mereka yang membiarkan diri mereka diperbudak oleh nafsu makan yang rakus sering maju lebih jauh, dan merendahkan diri mereka dengan memanjakan hawa nafsu mereka yang merusak itu, yang telah dirangsang oleh sifat tidak bertarak dalam hal makan dan minum.  Mereka memberi kelonggaran atas hawa nafsu mereka yang memerosotkan itu sehingga kesehatan dan intelek sangat menderita.  Tenaga berpikir dibinasakan oleh kebiasaan yang jahat. -Spritual Gifts, Jilid 4, hlm. 124-131.

Janganlah seorang pun yang mengaku dirinya orang Kristen menganggap remeh akan kesehatan tubuh itu, dan menipu diri mereka dengan mengatakan bahwa sifat tidak bertarak itu bukanlah dosa, dan tidak akan mempengaruhi kerohanian mereka.  Terdapat suatu hubungan yang erat di antara keadaan fisik dan moral.  Derajat sifat yang baik itu ditinggikan dan direndahkan oleh kebiasaan tubuh.... Kebiasaan apa saja yang tidak mengangkat tindakan sehat di dalam hidup manusia, memerosotkan kesanggupan yang lebih tinggi dan lebih agung.  Kebiasaan yang salah dalam soal makan dan minum membawa pikiran dan tindakan yang salah.  Pemanjaan nafsu makan menguatkan nafsu hewan, melemahkan kuasa pikiran dan rohani. -Revew and Herald, 25 Januari 1881.

Catatan Hidup Ditutup dalam Pemborosan. 
Banyak orang menutup masa hidup yang sangat berharga itu dengan kesenangan, pesta dan hiburan, dimana pikiran-pikiran serius tidak diizinkan masuk, di mana Roh Yesus tidak akan disambut!  Waktu mereka yang indah itu dilewatkan dengan pikiran mereka dicemarkan oleh tembakau dan minuman keras.  Tidak sedikit orang yang berjalan melalui guha kekejian menuju kematian; mereka menutup catatan hidup mereka di tengah-tengah pemborosan dan kejahatan.  Apakah yang akan terjadi nanti pada waktu kebangkitan para orang jahat!

Mata Tuhan awas terhadap setiap hiburan yang bejat dan pemborosan yang najis.  Kata dan perbuatan para pencinta kepelisiran langsung melalui jalur kejahatan menuju kepada buku catatan terakhir.  Apakah nilai hidup golongan ini pada dunia, kecuali sebagai satu lampu amaran pada mereka yang akan diamarkan, untuk jangan hidup seperti orang ini dan mati seperti orang bodoh. -Signs of the Times, 6 Jan. 1876.

Orang Kristen mengendalikan Nafsu Makannya. 
Tidak ada seorang Kristen akan memasukkan ke dalam tubuhnya makanan dan minuman yang akan mengaburkan indranya atau yang begitu mempengaruhi sistim saraf yang menyebabkan dia merendahkan derajatnya sendiri atau menjadikan seorang yang tidak berguna.  Bait Suci Tuhan dinajiskan.  Kesanggupan pikiran dan tubuh haruslah dipelihara kesehatannya, supaya dapat digunakan untuk memuliakan Allah. -Manuscript 126, 1903. 

Dengan Kewaspadaan yang Terus-menerus. 
Nafsu makan manusia yang biasa telah diubah melalui pemanjaan.  Dengan memuaskan keinginan yang tidak suci, nafsu makan itu telah menjadi "nasu daging, yang berperang melawan jiwa."  Kecuali orang Kristen berjaga dan berdoa, ia akan menjadi budak kebiasaan yang seharusnya dikalahkan.  Kecuali ia merasa perlunya berjaga-jaga, kewaspadaan yang terus-menerus, kecenderungannya, yang telah melampaui batas dan salah dipimpin, akan menjadi alat untuk meninggalkan Tuhan. -Manuscript 47, 1896.

Nafsu Makan yang Dimanjakan Bertentangan dengan Kesempurnaan Orang Kristen. 
Adalah mustahil bagi mereka yang memanjakan nafsu makan untuk mencapai kesempurnaan orang Kristen. -Testimonies, Jilid 2, hlm. 400.

Roh Allah tidak akan menolong kita untuk menyempurnakan tabiat orang Kristen.  Di saat kita sedang memanjakan nafsu makan kita untuk merusak kesehatan dan di saat kesombongan hidup mengendalikan hidup kita. -Health Reformer, September 1871.

Penyucian yang Benar. 
Penyucian itu bukanlah hanya suatu teori, suatu emosi atau suatu bentuk kata-kata, tetapi suatu prinsip yang hidup dan aktif, masuk ke dalam kehidupan setiap hari.  Penyucian menuntut agar kebiasaan kita dalam makan dan minum serta berpakaian sedemikian rupa untuk memperoleh pemeliharaan akan kesehatan tubuh, mental dan moral, agar kita boleh memberikan tubuh kita kepada Tuhan - bukanlah sebagai suatu persembahan yang telah dirusakkan oleh kebiasaan yang salah, tetapi "suatu korban yang hidup, suci, berkenan kepada Allah." -Review and Herald, 25 January 1881.

Layak untuk Kebakaan. 
Jikalau manusia memelihara terang yang telah diberikan Allah dalam anugerah kepadanya mengenai pembaruan kesehatan, ia dapat disucikan oleh kebenaran dan layak untuk hidup baka.  Tetapi jika dia tidak mengindahkan terang itu dan hidupnya melanggar hukum alam ia akan mendapat hukuman. -Testimonies, Jilid 3, hlm. 162.

4. Penting Kemenangan Kristus atas Nafsu Makan.

Kemenangan Kristus yang Pertama. 
Kristus mengetahui bahwa untuk sukses dalam rencana keselamatan, Dia harus memulai pekerjaan penebusan manusia itu tepat di mana kebiasaan itu mulai.  Adam telah jatuh dalam persoalan nafsu makan.  Ujiannya yang pertama adalah pada masalah yang sama di mana Adam telah gagal.  Melalui penggodaan yang disebut nafsu makan, Setan telah mengalahkan sebagian besar bangsa manusia dan suksesnya telah membuat dia merasa bahwa pengendalian planet yang jatuh ini berada dalam tangannya.  Tetapi ia mendapati bahwa Kristus yang sanggup menolak dia, dan ia meninggalkan medan pertempuran sebagai musuh yang kalah. -Chirstian Temperence and Bible Hygiene, hlm. 16.

Sebab Sengsara-Nya. 
Banyak orang yang mengaku beribadat tidak mengerti sebab-musabab mengapa Kristus menggunakan waktu yang begitu panjang dalam berpuasa dan menderita di padang belantara.  Penderitaan-Nya bukannya karena perasaan lapar tetapi karena perasaan terhadap akibat hebat pemanjaan nafsu makan bangsa manusia.  Ia mengetahui bahwa nafsu makan itu akan menjadi ilah manusia dan akan membuat manusia lupa akan Tuhan, dan akan mengikuti jalan mereka sendiri. -Redemtion; or the Temtetion of Christ, hlm. 50.

Kemenangan demi Bangsa Manusia. 
Setan telah gagal dalam tekadnya untuk mengalahkan Kristus dalam hal nafsu makan.  Dan di padang belantara ini, Kristus mendapat suatu kemenangan demi kepentingan umat manusia dalam hal nafsu makan, memungkinkan bagi manusia di masa mendatang dengan Nama-Nya dapat mengalahkan nafsu makan untuk kepentingan sendiri. -Redemtion: or the Temptation of Christ, hlm. 46.

Kita, Juga boleh Mengalahkan. 
Satu-satunya harapan kita untuk mendapat kembali Eden ialah dengan pengendalian diri yang tegas.  Jikalau kuasa nafsu makan yang dimanjakan itu sangat kuat terhadap umat manusia, untuk memutuskan pegangannya, Anak Allah, demi kepentingan umat manusia, harus menderita dengan puasa hampir 6 minggu lamanya, betapa besar pergumulan itu, ia dapat mengalahkannya.  Dengan pertolongan kuasa Ilahi, yang telah menghadapi pencobaan yang paling kejam yang dapat diciptakan Setan, umat manusia juga pasti menang dalam peperangannya melawan Setan, dan akhirnya akan memakai mahkota kemenangan di dalam kerajaan Allah. -Counsels on Diet and Foods, hlm. 167.

Kemenangan melalui Penurutan dan Usaha yang Terus-menerus. 
Mereka yang mau menang seperti Kristus telah menang, perlu senantiasa menjaga diri mereka terhadap pencobaan Setan.  Selera makan dan hawa nafsu harus dibatasi dan berada di bawah pengendalian angan-angan hati yang bersih agar intelek itu tidak akan menjadi lemah, kuasa pengamatan itu jelas, agar pekerjaan Setan dan jeratnya tidak akan ditafsirkan sebagai pemeliharaan Tuhan.  Banyak orang menginginkan pahala terakhir dan kemenangan diri, seperti Penebus mereka.  Karena hanya dengan penurutan dan usaha yang tetap kita akan menang, seperti Kristus telah menang.

Nafsu makan yang mengendalikan itu akan membawa kebinasaan bagi beribu-ribu umat manusia, tetapi jika mereka telah mengalahkan hal ini mereka akan mendapat kuasa moral untuk memperoleh kemenangan terhadap setiap pencobaan lain dari Setan.  Tetapi mereka yang menjadi hamba nafsu makan akan gagal dalam menyempurnakan tabiat seorang Kristen.  Pelanggaran umat manusia yang terus-menerus selama enam ribu tahun membawa hasil penyakit, kesakitan dan kematian.  Dan disaat kita mendekati masa kesudahan, pencobaan Setan untuk memanjakan nafsu makan akan menjadi lebih berkuasa dan lebih sulit untuk dikalahkan. -Tetimonies, Jilid 3, hlm. 491-492.
 
Menurut Kuasa Kemenangan Kristus. 
Kristus mendapat kuasa dari Bapa-Nya untuk memberikan anugerah dan kekuatan Ilahi-Nya kepada umat manusia- memungkinkan Dia melalui nama-Nya, untuk menang.  Hanya sedikitlah orang yang mengaku dirinya pengikut Kristus yang memilih untuk menggabungkan diri dengan Dia di dalam usaha untuk menolak pencobaan Setan, sebagaimana Ia telah lakukan dan menang....

Secara pribadi semua orang mudah jatuh dalam pencobaan yang telah pernah dikalahkan Kristus, tetapi kekuatan disediakan bagi mereka di dalam Nama Pemenang Besar yang sangat berkuasa itu.  Dan semua orang harus menang secara pribadi untuk diri mereka sendiri. -Signs of the Times, 13 Agustus 1874.

Apa yang akan Kita Perbuat. 
Apakah kita tidak akan datang lebih dekat kepada Tuhan agar Ia dapat menyelamatkan kita dari segala sifat tidak bertarak dalam hal makan dan minum, dari segala hawa nafsu yang keji dan segala kejahatan?  Apakah kita tidak akan merendahkan diri kita di hadapan Allah dengan mengesampingkan segala sesuatu yang merusak tubuh dan jiwa agar di dalam takut akan Dia kita dapat menyempurnakan kesucian tabiat? -Testimonies, Jilid 7, hlm. 258.

1 komentar:

  1. Terima kasih utk postingannya. Yg belum punya bukunya bisa baca utk menyelesaikan tuntunan Pathfinder deh. Ada rencana melanjutkan posting bab-bab selanjutnya? Tinggal 5 bab lagi.

    BalasHapus